Ditahan Kejari Lebong, AT : Usut Tuntas, Jangan Jadikan Saya Tumbal

Selasa, 27 Agustus 2019 | 3:36 pm | 857 Views

BENGKULU SATU – Mantan pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lebong, AT resmi menjadi tahanan Kejari Lebong atas dugaan pemotongan uang pengawas Ujian Nasional (UN) pada tahun anggara 2017, usai ditetapkan sebagai tersangka, Selasa (27/8/2019).

Sebelum penahanan tersebut, AT sempat menceritakan perihal pebyebab dugaan pemotongan tersebut. Kata AT, anggaran kegiatan pengawas UN tersebut lebih dahulu dipotong oleh bendahara atas perintah Kepala Dinas dengan dalih untuk saving.

Dengan demikian, anggaran tersebut secara otomatis telah berkurang, oleh karena itu, dengan sisa anggaran yang ada dirinya pun terpaksa ikut memotong anggaran tersebut, lantaran ketersediaan anggaran memang sudah berkurang dari nilai semestinya.

Baca juga : Diduga Sunat Uang Pengawas UN, Mantan Pejabat Disdikbud Lebong Ditahan Kejari

AT pun menegaskan, bahwa uang tersebut sudah dibayarkan olehnya kepada masing-masing kepala sekolah, tapi yang jadi permasalahan banyak kepala sekolah yang tidak memabayarkan kepada guru pengawasnya, dan itu bisa dibuktikan dengan pengakuan para guru pengawas di atas materai 6000 yang menyatakan bahwa kepala sekolah tidak membayarkan uang ngawas kepada para pengawas UN.

“Saya nilai ini tidak adil, kenapa saya sendiri yang diseret, apakah Bendahara, Kadis, dan Kepala Sekolah tidak termasuk melakukan tindak pidana memperkaya diri sendiri,” kata AT kepada awak media, saat tersangka digiring oleh petugas  untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

Untuk itu, AT pun meminta pihak penegak hukum mengusut tuntas perkara ini, jangan hanya tajam sepihak. Diungkapkannya, di Disdikbud Lebong ada banyak perkara yang lebih besar yang tidak tersentuh hukum.

“Saya harap usut tuntas perkara ini sampai ke akar-akarnya dan seadil-adilnya, jangan jadikan saya tumbal untuk melindungi yang lain,” tandasnya. [Traaf]

 

Related Post

Leave a Reply