Kades Enggan Melayani, Warga Terpaksa Ambil Rekomendasi SKCK ke Camat

Jumat, 9 Agustus 2019 | 4:50 am | 744 Views

BENGKULU SATU – Seorang Kepala Desa (Kades) selayaknya melayani masyarakatnya, namun lain halnya yang dilakukan oleh Kades Karang Dapo Atas, Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong. Sang Kades malah enggan melayani salah satu warganya untuk membuatkan rekomendasi untuk persyaratan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Pihak pemohon pun tidak tahu alasan jelas dari Kades sehingga enggan membuatkan rekomendasi itu. Menariknya, Kades pun beralasan stempel/cap sedang dibawa ke luar kota, namun ketika ditelepon yang dituding mengaku tidak membawa stempel tersebut, dan dirinya tidak mengurus urusan desa.

Kemudian, pemohon pun menemui Sekretaris Desa (Sekdes) untuk meminta hal yang sama. Sekdes pun bersedia untuk membuat rekomendasi tersebut, tapi ketika koordinasi dengan Kades pun tetap tidak mau.

“Ade cap nu? (Ada cap/stempel kamu?,red), kata Kades itu ke Sekdesnya,” kata ibu dari pemohon SKCK yang meminta tidak dicantumkan namanya menirukan laporan dari Sekdes usai menemui Kades, Kamis (8/8/2019).

Akhirnya, rekomendasi SKCK tersebut dibuatkan dari Camat Bingin Kuning, Ir. Eva Gustiantina. Setelah ibu pemohon dan pemohon SKCK tersebut menceritkan kronologis upaya mereka untuk mendapatkan rekomendasi tersebut di desa.

Atas kejadian ini, ibu dari pemohon mengaku kecewa dan tesinggung oleh ulah Kades tersebut. Karena dengan sikap kades yang sedemikian seakan-akan menempatkan anaknya seperti orang yang pernah berbuat kejahatan atau berkelakuan tidak baik, padahal anaknya (pemohon) ingin membuat SKCK untuk melanjutkan kuliah S2 di Universitas Indonesia (UI) dan akan berangkat pada tanggal 13 Agustus 2019 mendatang dan telah memesan tiket.

“Secara pribadi saya kecewa dan tersinggung, patutlah kalau anak saya ini seorang yang melakukan tindak kejahatan. Tapi ini kan tidak, anak saya ingin bekerja dan meneruskan sekolahnya mengambil S2 di UI, dan sudah pesan tiket pesawat,” tuturnya.

Ibu pemohon pun mengharapkan kejadian sedemikian tak terulang lagi baik di desanya maupun di desa lainnya di Kabupaten Lebong maupun daerah lainnya. Karena menurutnya Kades merupakan pemimpin di desa dan juga pelayan masyarakat di desa.

“Semoga tidak kejadian seperti ini tak terulang lagi, cukup ini menjadi pembelajaran bagi kita bersama. Karena tugas dari Kades itu melayani masyarakat,” harapnya. [Traaf]

 

Related Post

Leave a Reply