Mantan Pejabat Ditahan, Kadis Dikbud Lebong No Coment

Sabtu, 31 Agustus 2019 | 7:53 am | 769 Views

BENGKULU SATU – Mantan Kabid Pendidikan dasar (Dikdas) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lebong berinisial AT telah ditetapkan sebagai tersangka serta ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong, atas dugaan korupsi pemotongan uang pengawas Ujian Nasional (UN) tahun anggaran 2017 lalu, sebesar 50 persen dari nilai total anggaran senilai Rp. 100 juta.

Saat penahan tersebut, AT sempat menyampaikan perihal penyebab dugaan pemotongan tersebut. Kata AT, anggaran kegiatan pengawas UN tersebut lebih dahulu dipotong oleh bendahara atas perintah Kepala Dinas dengan dalih untuk saving.

Dengan demikian, anggaran tersebut secara otomatis telah berkurang, oleh karena itu, dengan sisa anggaran yang ada dirinya pun terpaksa ikut memotong anggaran tersebut, lantaran ketersediaan anggaran memang sudah berkurang dari nilai semestinya.

“Saya nilai ini tidak adil, kenapa saya sendiri yang diseret, apakah Bendahara, Kadis, dan Kepala Sekolah tidak termasuk melakukan tindak pidana memperkaya diri sendiri,” kata AT kepada awak media, saat tersangka digiring oleh petugas  untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, Selasa (27/8/2019).

AT pun menegaskan, bahwa uang tersebut sudah dibayarkan olehnya kepada masing-masing kepala sekolah, tapi yang jadi permasalahan banyak kepala sekolah yang tidak memabayarkan kepada guru pengawasnya, dan itu bisa dibuktikan dengan pengakuan para guru pengawas di atas materai 6000 yang menyatakan bahwa kepala sekolah tidak membayarkan uang ngawas kepada para pengawas UN.

Serta AT pun meminta pihak penegak hukum mengusut tuntas perkara ini, jangan hanya tajam sepihak. Bahkan AT pun mengungkapkan, bahwa di Disdikbud Lebong ada banyak perkara yang lebih besar yang tidak tersentuh hukum.

Terkait hal tersebut, serta disebutkan juga Kepala Dinas, Bendahara, dan sejumlah Kepala Sekolah, Kepala DIsdikbud Lebong, M. Taufik Andari, M.Pd ketika dikonfirmasi enggan berkomentar.

“Terkait hal itu saya no coment,” kata Taufik, usai mengikuti mutasi Kepala Sekolah, Kamis (29/8/2019).

Meski demikian, Taufik menyatakan dirinya akan mengikuti proses hukum tersebut, terlebih lagi jika ada pemanggilan.

“Kita ikuti saja proses hukum yang berlangsung, apapun hasilnya nanti,” singkatnya. [Traaf]

 

Related Post

Leave a Reply