Paripurna Nota Pengantar RAPBD Lebong Diawali Interupsi dan Skorsing

Sabtu, 16 November 2019 | 2:27 pm | 479 Views

BENGKULU SATU – DPRD Lebong kembali melaksanakan rapat Paripurna dengan agenda pandangan umum fraksi atas nota pengantar RAPBD Kabupaten Lebong Tahun Anggaran 2020, sekitar pukul 11.30 WIB, Sabtu (16/11/2019). Rapat ini pun dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Lebong, Carles Ronsen didampingi Waka II, Popi Ansa, dan Bupati Lebong diwakili Sekda, Mustarani Abidin, SH. M.Si.

Namun ketika rapat telah dibuka oleh pimpinan, langsung diinterupsi oleh anggota Fraksi Perindo, Wilyan Bachtiar. Dalam interupsinya, Wilyan mempertanyakan ketidakhadiran Bupati Lebong, Rosjonsyah atau Wakil Bupati Lebong, Wawan Fernandes, SH. M.Kn, hal tersebut lantaran terlalu seringnya Kepala Daerah tersebut tidak hadir rapat paripurna.

” Yang ingin saya sampaikan adalah jika pak Bupati berhalangan hadir, Wakil Bupati selalu DL (Dinas Luar). Saya ingin jawaban dari eksekutif, jikalau pak Bupati berhalangan hadir karena tugas secara resmi, apa alasan Wakil Bupati yang juga tidak selalu hadir di sini?. Tidak bisa bapak-bapak eksekutif yang kami hormati, kalau jadwal sudah jelas, dan jadwal Banmus sudah disusun,” kata Wilyan.

“Pertanyaan saya seberapa penting Wakil Bupati meninggalkan korum ini terus?. Kalau memang dia DL, tunjukkan suratnya,” tambanhya.

Selanjutnya, Wilyan pun meminta kepada pimpinan rapat agar perwakilan dari eksekutif dalam hal ini Sekda Lebong untuk menjawab hal tersebut. Secara tegas ia mengatakan bila jawaban tidak memuaskan, Fraksi Perindo tidak akan membacakan pandangan umumnya dalam rapat tersebut.

“Jika jawabannya (Sekda) tidak memuaskan, maka fraksi persatuan indonesia raya tidak akan membacakan pandangan fraksinya,” tegasnya.

Selain itu, dalam interupsinya Wilyan juga mengkritik para pejabat OPD Pemkab Lebong yang sering tidak hadir, bahkan sejak pembahasan KUA-PPAS. Ia pun mengatakan jika para pejabat OPD kurang menghargai DPRD Lebong.

Interupsi tersebut pun langsung disambut oleh Ketua Fraksi Demokrat, Asman Maidolan, yang mana dalam interupsi tersebut Ia mendukung interupsi yang diajukan fraksi Perindo.

Menanggapi interupsi tersebut, dengan meminta izin pimpinan rapat Sekda Lebong, Mustarani Abidin pun membacakan kuasa dari Bupati Lebong kepada dirinya untuk mewakili dalam rapat paripurna dengan agenda pandangan umum fraksi DPRD terhadap APBD Tahun Anggaran 2020 dan jawaban terhadap pandangan umum fraksi DPRD terhadap nota pengantar Perda APBD Tahun Anggaran 2020.

Sedangkan terkait Wakil Bupati, Sekda mengatakan sedang DL di Jakarta, namun Ia juga mengaku belum mendapatkan kabar dari Wabup untuk hari ini, Sabtu (16/11/2019).

“Kalau kemarin memang pada posisi beliau (Di Jakarta, red), tetapi hari ini (Sabtu) saya belum mendapat jawaban beliau. Posisi di mananya ya mereka di Jakarta atau sudah pulang dulu atau di perjalanan hari ini memang tidak ada telepon tidak ada kontak dari beliau itu jawaban dari kami terima kasih,” singkat Mustarani yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan surat kuasa dari Bupati Lebong atas dirinya tersebut kepada pimpinan rapat.

Usai Sekda memberikan jawaban tersebut, pimpinan rapat pun menskor rapat dalam waktu 1 x 60 menit, karena telah memasuki waktu shalat Zuhur, dan menunggu kehadiran para pejabat OPD lainnya. [Traaf]

 

Related Post

Leave a Reply