Tabrakan Dengan Polisi, Pegawai Bank BRI Lebong Meninggal Dunia

Kamis, 10 Januari 2019 | 5:42 pm | 11210 Views

BENGKULU SATU – Naas yang dialami Diaz Noverrizan Putra (30) warga Jalan Timur indah 3, Timur Jaya 2, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, yang menghembuskan nafas terakhirnya usai bertabrakan dengan sebuah mobil Toyota Yaris warna silver dengan nomor polisi (Nopol) BD 1948 LU yang dikendarai oleh IT (23) yang merupakan salah satu anggota polisi di jajaran Polres Lebong.

Kejadian bermula pada hari Kamis pagi (10/1/2019) sekira pukul 7.30 WIB di jalan raya Kelurahan Tanjung Agung Kecamatan Pelabai, Kabupaten Lebong. Ketika itu korban yang merupakan salah seorang pegawai Bank BRI cabang Lebong ini mengendarai sepeda motor honda Beat Pop warna putih dengan nopol BD 3703 KI miliknya dari arah Tubei menuju arah Kelurahan Muara Aman, Kecamatan Lebong Utara. Sedangkan, IT melaju dari arah sebaliknya, setibanya di Kelurahan Tanjung Agung selepas tikungan memasuki jalan lurus, mobil hilang kendali dan melebar ke jalur kanan karena di tikungan terdapat tanah merah bekas bawaan hujan yang kemudian mengakibatkan terjadinya tabrakan maut tersebut.

Dari kejadian tersebut, korban mengalami luka yang cukup parah yakni, luka robek di kepala bagian belakang, luka robek di tangan sebelah kiri, luka robek di kaki sebelah kiri, patah tulang kaki sebelah kiri, patah tulang tangan sebelah kiri, mengeluarkan darah dari telinga dan hidung. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Pasar Muara Aman untuk mendapatkan pertolongan, tapi karena kondisinya yang cukup parah sehingga korban terpaksa dilarikan ke RSUD Lebong. Namun lantaran lukanya terlalu parah, nyawanya tak terselamatkan, dan diperkirakan korban tewas dalam perjalanan dari Puskesmas menuju RSUD Lebong.

Kapolres Lebong AKBP Andree Ghamaa Putra ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian naas tersebut, serta mengakui bahwa pengendara Toyota Yaris tersebut merupakan salah satu anggotanya yang saat itu sedang menuju Mapolres Lebong. Meski demikian, Kapolres menegaskan sekalipun merupakan anggota Polri, hukum akan tetap ditegakkan tanpa tebang pilih.

“Yang salah tetap salah, hukum berlaku untuk semua orang tanpa memandang status jabatan. Hukum akan kita tegakkan, kita tidak akan tebang pilih, siapa yang melanggar hukum pasti akan kita proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya. [Traaf]

Related Post

Leave a Reply