Tanpa Ada Izin, Pemilik Hajatan Ngotot Tutup Jalan Raya Rio Cende

Minggu, 18 Agustus 2019 | 3:03 am | 2331 Views

BENGKULU SATU – Lagi, jalan raya Rio Cende (Jalan Kabupaten), tepatnya di simpang tiga Kelurahan Embong Panjang ditutup hanya lantaran ada warga Desa Suka Damai Kecamatan Lebong Tengah, Kabupaten Lebong yang ingin menggelar hajatan. Tak tanggung-tanggung seluruh badan jalan ditutup total, sehingga para pengguna jalan harus melewati jalan alternatif yang lebih sempit, selain itu ada juga terdapat material pasir yang menggunakan sebagian badan jalan.

Penutupan ini cukup banyak mendapatkan komplain dari masyarakat dari 8 desa yang menggunkan jalan utama tersebut, yakni Desa Tanjung Bungai I, Tanjung Bungai II, Karang Anyar, Semelako I, Semelako II, Semelako III, Semelako Atas, dan Danau Liang. Bahkan komplain pun ramai di media sosial facebook. Hal tersebut lantaran sudah sering kalinya jalan tersebut ditutup seperti itu.

“langganan suka damai tiap ada hajatan jalan di tutup total🤔🤔🤔,” tulis akun Hefica Hadiuz sebagai caption dari video penutupan jalan di Desa Suka Damai yang diunggahnya sekira pukul 20.27 WIB, Sabtu (17/8/2019), dari video berdurasi 1menit 14 detik tersebut terlihat seluruh badan jalan telah dipasang tenda dan dipagari sehingga satu pun kendaraan baik roda empat maupun roda dua tak ada yang bisa melintas.

Postingan itu pun ramai dikomentari baik masyarakat pengguna jalan lainnya dan masyarakat desa lainnya. Ada yang meminta laporkan pada pihak pemerintahan setempat Lurah atau Kades, serta ada yang menyarankan koordinasi dengan Polres karena penutypan jalan itu ada aturannya.

“Jangan mundur lah kasih tau aja klu mau buat hajatan nutupnya hanya satu jalan….. Minimal bisa jalan satu mobil…… Atau lapor aja perhubungan biar dibongkar,” komentar akun Jetti Fairel Noplinda pada video tersebut.

Menariknya penutupan jalan tersebut tak ada satu pun pihak yang memberikan izin, baik pihak desa, kecamatan, Perhubungan, dan Polres (Sat Lantas).

“Pihak desa (Kades, red) sudah menegur dan mengingatkan agara jalan tersebut jangan ditutup total, sisakan untuk jalan kendaraan, bahkan Kades Tanjung Bungai II pun juga sudah menegur, tapi pihak yang punya hajatan tetap ngotot menutup jalan,” kata Camat Lebong Tengah, Sugiarto, SH.

Selain itu, Kepala Dinas PUPR-Hub Lebong Jafri, S.Sos melalui Kabid Perhubungan, Ummi Haidar Rambe menjelaskan bahwa pihaknya tidak ada mengeluarkan izin penutupan jalan tersebut.

“Kami tidak mengeluarkan izinnya,” kata Ummi.

Terkait adanya barrier perhubungan yang digunakan, pihaknya telah memanggil Sekdes Suka Damai, untuk meminta pertanggungjawaban karena barrier yang dipinjam sebelumnya belum dikembalikan. Dan sekira pukul 17.00 WIB (17/8/2019) barrier perhubungan tersebut telah dikembalikan.

“Katanya (Sekdes, red) yang punya hajat itu yang ambil dari balai desa, dan perangkat desa sudah berulang kali mengingatkan untuk tidak menutup jalan. Linmas juga tidak diperintahkan pihak desa untuk membantu acara tersebut,” beber Ummi berdasarkan keterangan Sekdes Suka Damai.

Parahnya lagi, pengajuan izin maupun Izin penutupan jalan pun juga tidak ada dari pihak kepolisian, dalam hal Polres Lebong melalui Sat Lantas. Kasat Lantas pun menjelaskan bahwa penutupan jalan itu tidak dibenarkan.

“Tidak bolehlah kecuali ada jalan alternatif yang bisa dilalui, intinya tidak menghambat perjalanan pengguna jalan selagi masyarakat tidak komplain,” jelas Kasat Lantas Polres Lebong, Iptu Panehan, WS.

Terkait penindakan penutupan jalan tanpa izin ini, pihak Sat Lantas mengarahkan ke Polsek setempat, dalam hal ini Polsek Lebong Tengah.

Perlu diketahui, penutupan jalan umum diperbolehkan digunakan untuk kepentingan pribadi sepanjang sesuai aturan dan prosedural serta tidak menimbulkan kerugian bagi orang lain.

Hal ini diatur dalam pasal 128 ayat (1) jo Pasal 129 ayat (1) Undang – undang No. 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan aturan jalan, yang menjelaskan bagi masyarakat yang hendak menggunakan jalan umum untuk kepentingan pribadi dapat diizinkan menurut aturan jika membuat jalan alternatif, dan juga bertanggung jawab atas semua akibat yang ditimbulkan.

Sebagaimana bunyi pasal tersebut diatas merupakan rujukan hukum bagi si pemilik kepentingan yang hendak menggunakan jalan umum untuk kepentingan pesta/hajatan. Dan untuk memperoleh izin sebagaimana dimaksud dalam pasal 128 Undang – undang tentang lalu lintas si pemilik acara harus mengajukan permohonan secara tertulis paling lambat 7 hari sebelum waktu pelaksanaan, terkecuali dalam hal orang kematian.

Klasifikasi dalam memperoleh izin penggunaan jalan harus disesuaikan dengan sifat serta kelompok jalan yang hendak digunakan seperti ; Penggunaan Jalan nasional dan provinsi harus mendapatkan izin dari kapolda atau bisa juga didelegasikan kepada Direktur lalu lintas, penggunaan jalan kabupaten/kota harus mendapatkan izin dari kapolres/kapolresta, dan kapolsek/kapolsekta untuk penggunaan jalan desa. dengan melampirkan; foto copy penyelenggara / penanggung jawab kegiatan, menjelaskan secara tertulis waktu pelaksanaan, jenis kegiatan, estimasi jumlah orang yang akan hadir serta peta lokasi maupun jalan alternatif yang akan digunakan. Hal ini diatur secara jelas dalam Peraturan Kapolri No. 10 Tahun 2012 tentang Pengaturan lalu lintas dalam keadaan tertentu dan penggunaan jalan selain untuk kegiatan lalu lintas.

Dengan pemerintah telah memberikan payung hukum bagi masyarakat yang hendak menggunakan jalan umum untuk kepentingan pribadi (pesta/hajatan) sudah seyogiyanya pula masyarakat mengikuti prosedur dan mentaati aturan yang berlaku dalam penggunaan jalan umum untuk kepentingan pribadi, tidak serta merta asal langsung menutup jalan sehingga tidak merugikan orang lain.

Terhadap masyarakat yang mengabaikan prosedur/aturan yang berlaku dalam penggunaan jalan umum untuk kepentingan pribadi sehingga menimbulkan bahaya bagi keamanan lalu lintas diancam dengan hukuman 9 Tahun penjara, hal ini diatur secara tegas dalam pasal 192 butir (1) KUH Pidana.

Untuk itu kita berharap semakin kedepannya secara bersama baik pemerintah dan non pemerintah mensosialisasikan prosedural/aturan dalam penggunaan jalan umum untuk kepentingan pribadi (pesta/hajatan) Menghindari jangan sampai menimbulkan bahaya / kerugian bagi pengguna jalan lainnya maupun pihak yang mengadakan acara. [Traaf]

 

Related Post

Leave a Reply