Terkait Pelebaran Jalan Taba Anyar, Ini Penjelasan PUPR-Hub Lebong

Rabu, 14 Agustus 2019 | 1:05 am | 1439 Views

BENGKULU SATU – Berkembang isu jika jalan raya di Kelurahan Taba Anyar, Kecamatan Lebong Selatan, Kabuapten Lebong bakal dilebarkan sepanjang 4 meter kiri dan 4 meter kanan, hal ini tentunya menimbulkan tanya bagi masyarakat setempat, hal tersebut lantaran pelebaran jalan selebar itu dikhususkan untuk kelurahan Taba Anyar saja. Terkait hal itu, awak media bengkulusatu.co.id pun segera mengkonfirmasi langsung kepada pihak Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Perhubungan (DPUPR-Hub) dalam hal ini bidang Bina Marga.

Menjawab itu, Plt Kepala DPUPR-Hub, Jafri, S.Sos melalui Kabid Bina Marga, Dodi Irawan, ST membenarkan akan pelebaran jalan tersebut, namun Ia pun menjelaskan 4 meter kiri dan 4 meter kanan yang dimaksud tersebut bukan keseluruhannya badan jalan tapi sudah masuk drainase dan trotoar.

Untuk badan jalan dilebarkan selebar 2,5 meter kiri dan kanan, 1,5 meter untuk drainase dan trotoar. Dan di tengahnya akan dibangun median jalan selebar 1,5 meter, jadi luas jalan usai pelebaran menjadi 3,75 meter kiri kanan.

“Yang dimaksud 4 meter itu tidak semuanya badan jalan, hal ini juga sudah kita sampaikan kepada Camat setempat. Ada jalan, drainase trotoar dan median jalan karena akan dibuat dua jalur, di tengahnya juga akan ada lampu jalan,” jelas Dodi, Selasa (13/8/2019).

Lanjut Dodi, pelebaran jalan yang akan dibangun dua jalur itu mulai dari setelah jembatan Air Mubai hingga ke Jembatan Air Pauh.

“Dari setelah jembatan sebelum simpang PLTA Tes hingga ke Jembatan Air Pauh Kelurahan Tes, namun untuk tahun ini akan dibangun sebatas simpang dekat SMP itu dulu, untuk yang jalan pariwisata atau kelurahan Tes, lanjutannya. Sedangkan untuk jalan Turan Lalang – Mubai dilebarkan selebar 1,75 meter kiri kanan, ditambah 1 meter kiri kanan untuk drainase,” kata Dodi.

Kemudian terkait adanya keberatan dari masyarakat setempat, Dodi mengatakan sejauh ini pihaknya belum menerima adanya laporan warga yang keberatan, kalau pun ada Dodi menyarankan untuk duduk bersama dalam membahas masalah tersebut.

“Sejauh ini belum ada laporan ke kami, kalau ada yang kita duduk bersama, karena dalam hal ini bukan kami saja, ada tim TP4D juga. Kalau dari pengukuran tim kami kemarin, tidak ada yang sampai kena badan rumah warga, paling teras dan itu juga sudah kita berita tanda ketika survei,” demikian Dodi.

Diketahui, proyek pelebaran jalan Turan Lalang – Tes (Jembatan Air Pauh) ini dikerjakan oleh CV Rvin Perkasa dengan nilai kontrak 7.660.000.000 rupiah yang bersumber dari APBD Kabupaten Lebong, dengan waktu 150 hari kalender. [Traaf]

 

Related Post

Leave a Reply